Postingan

Pamit

Maaf, beberapa hari yang lalu sempat meracau yang mungkin membuatmu kaget karena rutinitas dan rindu yang tak sudah-sudah membuat semuanya terjadi secara tiba-tiba. Kamu bisa protes, bisa saja, semua orang punya rutinitas dan masalah tapi tidak perlu sampai mengganggu kenyamanan orang lain seperti yang saya lakukan. Saya bisa saja bertahan lebih lama lagi, bisa saja, atau membiarkan semua hilang tanpa harus izin dan berpamitan. Sayangnya, saya tidak terbiasa mengumpulkan gengsi, sukarela menyiksa diri sendiri, menerkan-nerka kehidupanmu di sana. Saya menyukai kamu. Tidak persis begitu yang saya katakan, lebih tepatnya memberi tahu bahwa kemarin saya menyukai kamu dan sekarang saya ingin berhenti, walaupun mungkin di kemudian hari saya masih tidak bisa melupakan, setidaknya kamu tahu saya menyukaimu, pernah. Saya hanya ingin kamu tahu, bahkan tanpa bertanya bagaimana perasaanmu. Bagi saya tidak perlu. Saya tidak sedang mencari kepastian apakah yang saya utarakan berbalas atau tid...

Sabarrr

Pertanyaannya adalah apakah dia sesabar aku dalam mencintaimu? Kamu itu galak lho, Mas. Kamu itu keras kepala, ngeyel , apa-apa maunya kamu yang dipenuhi. Kamu galak aku nurut, kamu yang salah aku yang minta maaf, kamu capek aku yang nyemangatin, kamu berhenti aku terus dorong kamu, terus sekarang kamu sudah bisa bangkit dan berdiri sendiri malah mau lari dengan yang lain. Aku enggak masalah kalau kamu mau dengan dia, tapi seenggaknya kamu harus jujur sama diri sendiri apa dia sesabar aku? Aku bukan Nabi, sabarku ada batasnya. Iya. Memang itu alasan. Sabar tidak ada batasnya, yang ada hanya seseorang yang memilih untuk berhenti bersabar. Ya. Aku memang memilih untuk tidak lagi bersabar sama kamu, Mas. Untuk apa? Kamu tidak pernah melihat kesabaranku. Kamu selalu mencari dalam diri seseorang yang bukan aku. Tidak masalah jika kamu memang benar-benar inginkan dia, tapi pastikan dia sesabar aku atau mungkin lebih sabar dariku. Mencintaimu itu butuh kesabaran, karena kamu sendiri t...

Berharap

Tidak bisa diam-diam saja Sebab dia masih ada Sebab aku bukan sebuah sembunyi Sebab mataku tak pernah malu-malu Dan dia tahu. Tidak bisa menunggu saja Tidak bisa juga berkata-kata Bersuara Di depannya Karena dia tahu. Satu pun tidak pernah Keluar dari bibirnya Pun diriku Kelu Lalu pilu. Aku memaksa Padahal Dia sudah tahu Inginku Lebih dari itu. Suatu waktu Aku bertanya Hatimu Apa sama denganku? Jawabmu, "aku tidak tahu". Jika bingung Mungkin kita mulai sama Aku bertambah Kau mulai tumbuh -rasa- Terinsipirasi dari Ikvinia Nur Fatimah "Empat tahun memang bukan waktu yang sebentar. Terserah mau menyerah atau tidak. Yang jelas sabarmu itu akan ada gantinya".

Kata-Kata Yang Tidak Kau Dengar

Gambar
Pict. We Heart It Sebab memandangmu dari kejauhan adalah kebahagiaanku. Sebab aku selalu mengagumi gerak-gerik bibirmu mengikuti kata satu per satu. Pun jari telunjukmu menyusuri satu per satu kalimat yang ingin kutahu. Seringkali tanpa sadar aku menutup mulut sebab penuh dengan tawa gemas melihatmu membenarkan letak kacamata, tentu dari jarak yang tidak kau tahu. Sesekali kau tersenyum, aku ingin menjadi buku yang kau baca meski memang segala tentangku selalu mudah untukmu. Aku tidak mengerti, kenapa aku begitu sederhana? Begitu mudah jatuh padamu meski kau tidak seberjuang itu. Aku ingin melihatmu jatuh cinta, entah pada apa atau siapa. Aku ingin melihatmu tersesat pada apa-apa yang kau suka, menangkap ekspresimu dalam banyak rupa. Sesekali, aku ingin melihat apa kau memiliki rona yang sama saat kita berjumpa. Tak apa, toh aku bukan apa-apa yang selalu kau doakan pada sujudmu pukul dua. Pun tak mengapa jika pada akhirnya aku bukan siapa-siapa sebab dilema tak memberiku jaw...

Jauh

Gambar
Tidak ada lagi percakapan yang menghangatkan di balik selimut malam, juga tidak ada lagi percakapan yang mengetuk jendela sebagai pengantar sarapan sebelum mengecup rutinitas tanpamu di pagi hari. Kalaupun ada, percakapan hanya untuk menyakiti. Tidak ada lagi lengan-lengan setia untuk setiap pelukan, yang direntangkan dengan senyuman untuk mengawali aktivitas yang selalu melahirkan rindu yang tak sudah-sudah. Tidak ada lagi dekap erat dariku yang selalu mengingatkan bahwa kau kuat dalam pekat sebab aku menemukanmu dalam gelap. Kalaupun ada, pelukan hanya kau berikan sebagai pengantar perpisahan. Tidak mudah rasanya menjadi seorang yang menyimpan kenangan sedang kau tak pernah berpikir bahwa kita pernah ada dalam sebuah perjalanan. Aku ingin pulang ke rengkuhmu saat hati ini tidak baik-baik saja. Sebab selalu begitu saat pikiranku dilema, kau biarkan lengan-lengan setia menyambut lelah dan airmata. Dulu. Apa sekarang masih bisa? Bolehkah? Kau pernah berkata hidup haruslah terus...

To The New Girl In His L

Dear Friend of friend, Congrats! He chooses you. I know it's a little bit awkward to talk to you like this, we never met before and don't know completely each other. I apologize for disturbing you with this letter like a best friend when you absolutely have no idea who-i-am. But at least, we fall for same person or maybe right now, he is in your lap, under blanket, and enjoy the night. I was an idiot to let him go, to give up on 'us'. Well, it's never exist... Anyway, let me tell a thing or two about this boy, hoping you can be wiser than i was, or maybe you know him better than me... He isn't humorous, don't push him joking with you because he definitely have no idea how it can be. He can't even make jokes for you. It doesn't mean he is an arrogant, he just don't know answering your kidding but you should know he loves looking at you when you're laughing. He will stare at you for a while and be thankful that have you in his life....

We Were Almost Together

Gambar
pict. we heart it One evening i met you for the first time, i could barely see your face. It was almost 9. There was a candle in the middle of us and our friends. It would just be like any other Thursday. I was kind of sleepy and had no idea who you are and the others. Then we started to chit chat, introduced ourselves, giggled, and many more. You told us about your dreams, ambitions, and sometimes you made a joke. I have a favorite habit that is  getting lost in listening people. I'm enjoying their gestures when they're talking about their lives, especially loving their gaze. I will be just quiet, stare at them, and nod my head without realize it. Perhaps, it was what made you looked nervous that night. I could see you looked away when our glance bumped into each other many times. And that was cute. After hours, we ended our nice conversation, and shook hands like an old friend. The next day, i didn't know what happen to us. I always found us staring at each oth...