Sabtu, 29 September 2012

MAKALAH AGAMA PERILAKU TERCELA SMA


PERILAKU TERCELA

1. Israf
Kata Israf berasal dari bahasa Arab yang artinya melampaui batas. Orang yang berbuat israf disebut musrif. Yang dimaksud dengan israf di sini ialah mempergunakan sesuatu yang melewati batas-batas yang patut menurut ajaran Islam. Israf yang harus dijauhi oleh setiap muslim dan muslimat terdapat dalam berbagai perbuatan seperti : Makan, minum, dan berpakaian serta membelanjakan harta berlebihan.
2. Tabzir
Yang dimaksud dengan tabzir ialah menggunakan/ membelanjakan harta kepada hal yang tidak perlu, atau disebut juga boros. Allah menganggap orang tersebut sebagai temannya syetan. Allah berfirman. Artinya:” Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” (QS Al Isra’ : 26-27)
Pemboros cenderung cepat menjadi miskin atau fakir dan kemudian menjadi kafir. Oleh karena itu, seorang mukmin yang baik tidak boros dan tidak pula kikir dalam membelanjakan hartanya. Harus ada keseimbangan di antara kedua macam sifat tersebut yang senantiasa di pelihara dan dijaga.  Harta yang merupakan karunia Allah, hendaknya tidak dihambur-hamburkan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat atau tidak ada perintahnya karena hal itu termasuk pemborosan.
3. Ghibah
Kata Ghibah berasal dari bahasa Arab yang artinya mengumpat, sedangkan orang yang diumpatnya tidak ada di tempat (tidak mendengarkan langsung). Yang dimaksud dengan Ghibah ialah menggunjing/mengumpat, yakni menyebut/membiacarakan hal-hal yang tidak disukai oleh orang yang digunjing seperti kekurangannya, aibnya dll dengan maksud untuk mencemarkan nama baiknya. Dalam sebuah ayat Allah menggambarkan laksana orang memakan daging saudara yang sudah mati.
4. Fitnah
Fitnah adalah kabar bohong tentang keburukan (aib) seseorang atau sekelompok orang, yang disampaikan oleh seorang atau sekelompok orang kepada orang lain atau masyarakat.
Upaya untuk mencegah terjadinya penyebaran fitnah atau menangkal fitnah, setiap manusia, terutama muslim dengan memupuk silaturahmi atau membina persaudaraan. Ikut aktif melaksanakan amar makruf nahi munkar, yaitu mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran serta amanah (terpercaya), artinya segala perkataan dan perbuatannya sangat dipercaya mengandung kebenaran, tidak berbohong dan memegang teguh amanah yang dipercayakan kepadanya.

Latihan Bab Perilaku Tercela
Soal :
1. Mengapa berlebihan dalam beribadah itu termasuk akhlak tercela?
2. Kemukakan 2 macam sikap dan perilaku pemboros!
3. Kemukakan persamaan dan perbedaan antara gibah dan fitnah!
4. Sebutkan apa saja yang harus kita lakukan untuk menanggapi berita yang disampaikan orang fasik!
5. Jelaskan sikap dan perilaku yang harus diperbuat sesuai isi (kandungan) surat Hujurat 49 : 6 !
Jawab :
1. Karena akan menghalangi pelaksanaan kewajiban lain, misal : kewajiban belajar, berbakti pada orang tua, kewajiban mencari rezeki yang halal dan kewajiban memelihara kesehatan jasmani.
2. Bersenang-senang atau berfoya-foya, bermewah-mewahan tanpa bersedekah dalam hal makan-minum berpakaian, dll, membelanjkakan harta tidak pada tempatnya, tidak mendatangkan kebaikan justru untuk berbuat kerusakan.
3. Persamaan :
Keduanya merupakan sifat tercela dan dilarang oleh Allah SWT
Keduanya membicarakan orang lain, khususnya dalam hal keburukan.
Perbedaan :
Gibah membicarakan keburukan orang tersebut dibelakangnya dan yang dibicarakan tersebut bisa jadi benar bisa jadi tidak benar.
Fitnah membicarakan keburukan orang tersebut secara langsung atau tidak langsung, tetapi hal yang dibicarakan adalah tidak benar.
4. Jangan cepat-cepat dipercaya, sebaiknya dicek dahulu kebenarannya. Mengingatkan orang yang melakukan fitnah dan gibah tersebut. Jangan langsung berprasangka jahat terhadap orang yang dibicarakan. Tidak ikut menyebarluaskan berita-berita tersebut karena itu sama saja kita ikut melakukan fitnah atau gibah. Dan berusaha untuk menghindari fitnah dan gibah.
5. Tidak cepat-cepat dipercaya berita tersebut, kalau memang dirasa perlu dan ada manfaatnya, sebaiknya berita tersebut dicek dan diperiksa dengan teliti kebenarannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar