19
Untukmu yang dewasa, Sore ini habis dengan diam. Meski begitu, entah untuk menit keberapa senyum ini selalu mengembang. Seratus delapan puluh derajat di depanku, kamu, membuatku berdebar-debar menunggu setiap kejutan pada sepotong cerita yang akan kita ciptakan. Senja yang indah, senja yang cerah seperti mengulang pagi, membiarkan kita mengecupi syahdunya satu persatu. Wajahmu yang cemberut sembari menjamah setiap lekuk cameramu yang seksi, tak ayal membuatku liar dalam dunia khayalku. Bisa kau lebih buruk dari ini? Apa tidak bisa kau tunjukkan sifat jahatmu agar aku tak lagi terkunci pada sosokmu? Semakin kau diam, semakin aku ingin melakukan pikiran liarku. Melumat bibirmu, menciumi kedua matamu, mengecup keningmu, merasakan hidup pada setiap helai rambutmu, memelukmu, menikmati aroma tubuhmu. Aku terus memperhatikanmu, menelanjangi satu persatu kemagisanmu yang kau sembunyikan pada setiap lekuk tubuhmu. Hatiku membuncah, melompat sana-sini menikmati percikan-percika...