Postingan

Hari Ibu Di Jalanan

Pulang kuliah, 15.40, metromini. Gerimis menyentak, setelah beberapa saat hujan turun deras berduyun-duyun mencumbui tanah. Percikan-percikan airnya seolah menunjukkan kebahagiaannya mampu menyentuh bumi, mampu mendekap apa yang kupijak. Melihat kemesraan mereka, memikirkan filosofi keduanya, membuatku mau tidak mau mengingat kamu. Tanah yang keras melembut ketika hujan memeluknya. Meskipun hujan bukan lagi milik kita, tetapi aku masih merasakan kamu di setiap tetesnya. Aroma tanah basah semakin menjebakku dalam kenangan yang kita ciptakan bersama hujan. Lalu secepat berkedip, gerimis mencairkan suasana. Ini bukan lagi tentang hujan, kamu dan kita. Aku berlari-lari kecil keluar dari gedung, menciptakan gerakan otomatis mengangkat sebelah tangan menutupi kepala. Langkah kakiku yang cepat menyibak-nyibakkan air dari genangan yang diciptakan hujan, menyisakan kenangan untuk tanah. Sesampainya di halte, aku membersihkan pakaian dengan sapuan-sapuan kecil tangan yang dingin. Hanya ger...

Ayah, kurindukanmu di Hari Ibu

Hi, ayah! Bagaimana kabarmu? Aku percaya kau baik-baik saja. Dua tahun. Terasa waktu begitu cepat berlalu, tapi tak jarang lain waktu aku merasakan waktu berjalan begitu lambat. Sudah dua tahun aku tumbuh tak bersamamu. Tentu berbeda, tetapi aku percaya   senyummu di atas sana memperhatikanku. Cahayamu melalui bintang mengawasiku,   dan kau tetap melihatku di balik kedua bola mata calon bidadari surga-mu, mama. Dalam setiap langkahku, aku percaya ada ayah yang searah denganku. Tenang… kau tidak perlu khawatir ayah, aku tidak sedang mengetik handphone di tengah jalan. Aku berada di kamar, daritadi bidadari surgamu   sedang menyisiri rambutku, dan seperti biasa sibuk bertanya ini-itu apa yang kulakukan dengan laptop ini yang dulu sering juga ayah lakukan. Semua berjalan sebagaimana mestinya. Selalu menyenangkan. Aku masih berada di jalurmu, menyelesaikan masalah dalam diam. Begitu tenangnya, sampai-sampai masalah tidak tahu kalau aku sedang berusaha menyingkirkannya....

'Miss'ing You

Kamu tak akan mengerti saat dirimu dipenuhi sesal dan keluh kesah tapi tetap merindu. Sekalipun aku terbiasa, tak bisa ku tepis, aku mengeluhkan jarak yang tercipta saat ini. Tak bisakah kau melembut untuk saat ini saja ? Menyentuh rinduku, mendengar segala keluh kesahku. Aku tidak mengerti, dulu, entah bagaimana caramu bisa membuatku lemah dan kuat di saat yang bersamaan. Mungkin terdengar mustahil, tapi itulah yang kurindukan darimu sekarang. Hadir di sini, dengan caramu yang sama membuatku tetap merasa dimanja tapi kuat menghadapi semua masalahku. Tatapanmu membuatku nyaman mengeluarkan semua tekanan yang sedang menyerangku, kamu berikan sandaran untukku beristirahat sejenak sebelum berjuang kembali menghentikan semua mimpi burukku, senyumanmu membuatku kuat dan berani menghapus airmataku sendiri. Kamu berdiri, berteriak mendukung dan bertepuk tangan sebagai penonton melihatku menjadi pemenang atas semua masalahku. Kamu tidak pernah menuntutku menjadi wanita hebat dalam segala h...

Cinta Di Mention Fiesta

Maaf jika postingan ini berbeda. Terselip banyak rekayasa, tidak sesuai realita. Tapi jujur aku suka dan tidak mengada-ada. Aku pengisi mu, begitu juga teman-temanku adalah bagian darimu. Manajemen pendidikan. Kamu seperti lagu. rumah kita sendiri. Selamat! Kamu telah berhasil menjadi rumah untuk kami. Tempat kami meletakkan sembilu, pilu dan kelu tanpa ragu. Tempat kami berkeluh kesah, lelah dan marah-marah. Tapi tidak hanya duka, kamu berikan kami cinta. Mention fiesta. Kamu (manajemen pendidikan) tau di saat kami lelah dengan tugas kuliah, kamu menghibur kami. Begitu meriah, buat hari-hariku cerah. Mention fiesta adalah bentuk penghiburanmu kepada kami. Kamu berikan serangkaian acara penuh suka cita. Memang tidak setiap acara aku ada. Tapi tak apa, karena kamu dan acara ini sudah berhasil buat teman-temanku, kuat dan hebat. Kerja keras dan kreativitas untuk mention fiesta. Tidak lupa juga doa di sela-sela bekerja. Kami yang akhir-akhir ini sedang terpisah-pisah karena kesibukka...

Cinta Di Mention Fiesta

Maaf jika postingan ini berbeda. Terselip banyak rekayasa, tidak sesuai realita. Tapi jujur aku suka dan tidak mengada-ada. Aku pengisi mu, begitu juga teman-temanku adalah bagian darimu. Manajemen pendidikan. Kamu seperti lagu. rumah kita sendiri. Selamat! Kamu telah berhasil menjadi rumah untuk kami. Tempat kami meletakkan sembilu, pilu dan kelu tanpa ragu. Tempat kami berkeluh kesah, lelah dan marah-marah. Tapi tidak hanya duka, kamu berikan kami cinta. Mention fiesta. Kamu (manajemen pendidikan) tau di saat kami lelah dengan tugas kuliah, kamu menghibur kami. Begitu meriah, buat hari-hariku cerah. Mention fiesta adalah bentuk penghiburanmu kepada kami. Kamu berikan serangkaian acara penuh suka cita. Memang tidak setiap acara aku ada. Tapi tak apa, karena kamu dan acara ini sudah berhasil buat teman-temanku, kuat dan hebat. Kerja keras dan kreativitas untuk mention fiesta. Tidak lupa juga doa di sela-sela bekerja. Kami yang akhir-akhir ini sedang terpisah-pisah karena kesibukka...

SINGKAT

Sudah satu setengah tahun sejak pesan singkatmu mulai memenuhi inbox handphone-ku. Lambat laun tegur sapa dan perhatian itu kamu alihkan ke dunia maya, dunia biru, facebook. Meskipun tidak bisa kupingkiri pesan singkatmu masih menjadi yang paling intens dalam hari-hariku. Kamu mulai hadir dalam mimpiku, mencuri pandangan dan mengambil alih ingatan. Ada perasaan aneh ketika handphone-ku bergetar karena pesan singkatmu. Hatiku tergelitik, perutku mendesir ketika ku baca barisan huruf yang mulai kau selipkan emot peluk dalam ucapan selamat pagimu. Aku mendapati diriku tersenyum-senyum sendiri saat perhatianmu mulai tumpah ruah di inbox facebook-ku. Aku bingung, aku gelisah dan menunggu-nunggu ketika namamu tak muncul di layar handphone maupun di komputerku. Entah mengapa tegur sapa dan ucapan basa-basi darimu mulai menjadi penting dalam hidupku. Dulu, ku anggap ini hanya ketertarikan sesaat, sampai aku mulai ketakutan saat kabar darimu tak kujumpai dalam media apapun. Ada perasaa...

KAMU TAHU SEDIHKU

Sampai saat ini kamu masih menjadi penyebab rindu ini. Meskipun kita tak lagi sejalan, tak lagi membangun mimpi yang sama, dan tertawa bersama perbedaan. Sampai saat ini kita pun masih ada, meskipun kamu ada dan tak rasa. Sampai saat ini kamu masih menjadi penyebab bibir ini kelu, hati ini pilu karena rindu yang tak kau sentuh semakin menggebu dan jarak kian membeku. Sampai kapanpun mustahil untuk melupakanmu. Hanya bisa menerima kamu masih ada, masih bisa kurasa meskipun hanya di dunia maya. Aku tidak mengerti apa logikaku tak berfungsi atau perasaan ini yang tidak terkendali. Atau jangan-jangan ini semua ilusi, sugesti apapun itu aku sudah tidak peduli. Yang jelas kamu masih merasakan kehadiranku. Seperti pada tulisanku sebelumnya, kamu masih menyapaku. Hanya dirimu yang mengerti aku, bagaimana tingkahku ketika mengalami kesulitan yang tak berkesudahan, menghadapi masalah yang sepertinya tiada ujung. Entah dari mana kamu tahu, angin yang menyentuh tubuhmu atau udara yang kau hir...